Selasa, 13 Januari 2026

27 Des 2025 Mobil Hybrid Toyota Paling Laris Periode Januari-November 2025, Siapakah Dia?

Penjualan Hybrid Electric Vehicles (HEV) sepanjang Januari-November 2025 sudah tembus 57.311 unit. Dikutip dari Detik.com, sales mobil hybrid mencatatkan kenaikan sekitar lima persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. 

Pertumbuhan ini menegaskan mobil hybrid masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia sebagai "jembatan" menuju era kendaraan listrik. Mobil ini juga terbukti paling relevan karena sesuai demografi Indonesia dan lifestyle masyarakat.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota menjual mobil hybrid paling banyak dengan penjualan tembus 27.802 unit. Pemimpin penjualan mobil hybrid di Indonesia adalah Kijang Innova Zenix HEV. MPV ini terdistribusi sebanyak 22.195 unit.

Posisi lima besar ditempati oleh Yaris Cross Hybrid EV. SUV ini terdistribusi sebanyak 2.997 unit sepanjang tahun 2025, menempati posisi ke-2 Hybrid EV Toyota terlaris Januari-November 2025. Luxury MPV Toyota Alphard HEV mengikuti di posisi ke-6 dengan total penjualan 1.756 unit.


Efisiensi Mesin Bensin Hybrid Toyota Sangat Tinggi

Salah satu keunggulan mobil hybrid Toyota adalah efisiensi mesin bensin yang sangat tinggi. Dimulai dari Toyota Hybrid System (THS) Gen-1 hingga sekarang sudah memasuki generasi ke-5 yang dipakai oleh Kijang Innova Zenix HEV. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi mesin supaya dapat menekan emisi semaksimal mungkin.

Di Indonesia sendiri, rekam jejak mobil hybrid Toyota dimulai sejak kehadiran Toyota Prius di tahun 2009. Dalam kurun waktu tersebut, Toyota mengembangkan teknologi hybrid yang dapat beroperasi dengan baik di Indonesia dan sesuai kebutuhan mobilitas pelanggan tanpa perlu mengubah gaya hidupnya.


Mesin Atkinson Cycle yang Lebih Efisien

Dikutip dari Pressroom Toyota Indonesia, Toyota memilih Atkinson cycle dengan prinsip kerja yang sedikit berbeda namun signifikan manfaatnya dalam meningkatkan efisiensi mesin ketimbang Otto cycle mesin ICE pada umumnya.

Secara garis besar, kedua siklus sama yakni mesin pembakaran dalam 4 siklus kerja. Bedanya terkait kinerja katup yang mengatur masuknya BBM dan udara (katup isap) dan gas buang hasil pembakaran (katup buang) yang diatur untuk meningkatkan efisiensi mesin.

Pada Atkinson cycle, intake valve atau katup masuk tertutup lebih lambat saat langkah isap daripada siklus Otto. Ketika piston sudah mulai bergerak ke atas untuk memulai langkah kompresi, katup masuk masih membuka yang menyebabkan sejumlah campuran udara dan bahan bakar dikeluarkan lagi dari ruang bakar menuju saluran masuk.

Teknologi Dual VVT-i yang mengatur timing intake valve, membuat siklus Atkinson memiliki beberapa kelebihan dibanding siklus Otto pada ICE (Internal Combustion Engine) biasa. Sehingga, semua HEV Toyota menggunakan engine jenis ini.

Seperti bahan bakar yang dipakai relatif lebih sedikit karena proses kompresi yang lebih pendek, efisiensi thermal mesin lebih tinggi, emisi lebih rendah akibat temperatur gas buang lebih rendah, dan menyediakan udara bertekanan pada siklus selanjutnya. Mirip prinsip kerja turbo akibat intake valve terlambat menutup.


Improvement pada Toyota Hybrid System

Menggunakan Series-Parallel Hybrid System, Toyota Hybrid System (THS) merupakan pengendali hybrid engine Toyota. Pengalaman panjang mengembangkan HEV membuat THS sanggup memberikan efisiensi mesin yang secara halus dan tanpa jeda berpindah antara penggerak mesin bensin dan motor listrik. 

Dari generasi ke generasi, THS meningkatkan sinergi keduanya dalam memperoleh efisiensi terbaik sehingga hemat BBM. Sepanjang kapasitas baterai hybrid masih memadai, sistem akan memaksimalkan operasional motor listrik, khususnya dalam kondisi stop and go di jalan perkotaan. 

Mesin bensin baru akan bekerja saat mobil membutuhkan tenaga lebih kuat atau kapasitas baterai berada di titik pengisian. Mesin bensin dan motor listrik bahu-membahu menyalurkan tenaga sehemat mungkin tapi tetap optimal, seperti saat menyalip, di tanjakan, serta cruising di jalan tol. 

Fitur Energy Regenerative Brake System berfungsi untuk mengubah tenaga kinetik saat pengereman menjadi energi listrik untuk mengisi daya baterai lewat motor listrik. Sehingga, tidak ada tenaga terbuang karena energi berlebih dari motor listrik akan disalurkan untuk mengisi baterai.

Tenaga dari mesin bensin dan kedua generator listrik dihubungkan oleh Power Split Device (PSD). Komponen yang sekaligus bertindak sebagai transmisi ini, menggunakan girboks khusus dalam tugasnya membagi distribusi tenaga dari mesin bensin, motor listrik, dan generator listrik.

Ada sistem planetary gear di dalamnya yang menjaga supaya penyaluran tenaga dari berbagai sumber tersebut dapat berlangsung optimal dan tanpa jeda. PSD memakai roda gigi yang dikenal ‘badak’ dan lebih sigap dalam menyalurkan tenaga. Ditambah kerugian mekanis yang lebih rendah.

EV Mode memberikan pengalaman unik mengemudi mobil listrik yang nol emisi, senyap, dan tanpa BBM. Bermodalkan baterai dengan kapasitas tinggi dan pengisian cepat, membuat mode EV dapat bekerja lebih lama sehingga menekan konsumsi BBM dan mereduksi emisi di taraf maksimal.

Toyota juga meningkatkan kinerja komponen-komponen untuk mendukung tercapainya efisiensi mesin. Seperti desain motor listrik yang dibuat lebih kompak namun tambah powerful. Termasuk pula pada ukuran dan kapasitas baterai supaya lebih efektif dalam menyalurkan tenaga ke motor listrik.

Bermodalkan sinergi antara berbagai teknologi terkini tersebut, Toyota mengklaim emisi mobil hybrid turun sekitar 50% dari versi konvensional. Selain itu, sistem pengisian baterai yang berkelanjutan membuat pelanggan terbebas dari range anxiety lantaran daya baterai tidak akan habis di jalan.


sumber : https://www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/read/mobil-hybrid-toyota-paling-laris-periode-januari-november-2025-siapakah-dia

Senin, 06 Januari 2025

10 Mobil Terlaris Oktober 2024

 


Daftar Mobil Terlaris di Indonesia Oktober 2024

1. Toyota Kijang Innova (Reborn dan Zenix): 5.693 unit
2. Toyota Avanza: 5.611 unit
3. Honda Brio (RS dan Satya): 4.384 unit
4. Daihatsu Gran Max pick-up: 4.212 unit
5. Daihatsu Sigra: 4.092 unit
6. Toyota Calya: 3.756 unit
7. Toyota Rush: 2.711 unit
8. Suzuki Carry pick-up: 2.363 unit
9. Mitsubishi Xpander (termasuk Xpander Cross): 2.160 unit
10. BYD M6: 1.866 unit
11. Honda HR-V: 1.841 unit
12. Daihatsu Gran Max (Blind Van dan Minibus): 1.746 unit
13. Daihatsu Ayla: 1.616 unit
14. Toyota Agya: 1.560 unit
15. Daihatsu Terios: 1.357 unit
16. Honda WR-V: 1.295 unit
17. Toyota Fortuner: 1.112 unit
18. Toyota Hilux: 1.108 unit
19. Toyota Veloz: 1.080 unit
20. Toyota Raize: 1.060 unit

Sumber : https://oto.detik.com/mobil/d-7643576/10-mobil-terlaris-oktober-2024-innova-paling-atas-byd-m6-salip-honda-hr-v

Bisa Bawa 56 Galon Air Mineral, Daya Angkut Bak All-New Hilux Rangga Bikin Pengusaha ‘Full Senyum’


Pelaku usaha menginginkan mobil niaga serbaguna dengan daya angkut besar supaya kebutuhan mengantarkan barang dagangan dapat berlangsung dengan cepat dan efisien, cukup dengan sekali jalan.

Salah satu keraguan mengenai All New Hilux Rangga, apakah mobil dengan bonnet ini memiliki daya angkut yang memadai? Sementara seperti diketahui, rival-rivalnya di segmen Medium Pick Up mengandalkan mobil tanpa bonnet untuk meningkatkan kapasitas angkut.

All-New Hilux Rangga memiliki dimensi panjang 4.970 mm, lebar 1.785 mm, tinggi 1.740 mm, dan wheelbase 2.750 mm. Overhang depan Rangga hanya 840 mm, sementara overhang belakang 1.375 mm. Overhang belakang menjanjikan ukuran panjang bak lebih baik.

Karena itu, dimensi bak kendaraan usaha ini adalah panjang 2.305 mm dan lebar 1.700 mm, terlebar di kelasnya. Daya angkut ditingkatkan oleh dek rata dan payload 1,2 ton. Konfigurasi ini menciptakan kemampuan membawa barang yang memuaskan.

Hasil pengetesan Toyota memperlihatkan Hilux Rangga sanggup membawa sekaligus 56 galon air mineral. Dengan dek rata, tidak ada halangan di bagian dasar bak. Sehingga, daya angkut membawa barang lain seperti pasir juga dapat meningkat.

Pikap ini dilengkapi deck atau bak belakang yang tebal dengan pilihan 3 ways deck (bukaan bak 3 arah) selain 1 way deck (bukaan bak 1 arah). Bukaan pintu bak 3 arah membuat proses bongkar muat tetap dapat berlangsung meskipun 2 sisi bak terhalang sesuatu seperti tembok atau barang lainnya.

Fitur bukaan 3 arah menjadi satu-satunya di kelas Medium Pick Up. Alhasil, kecepatan bongkar-muat barang menjadi lebih baik, tidak repot mencari area parkir, dan menurunkan tingkat kelelahan petugas karena pergerakannya lebih mudah.

Pertama di kelasnya, Hilux Rangga memiliki roof rack mounting point di atas kabin dengan daya angkut maksimal 75 kg. Terbaik di kelasnya pula, pikap modern ini dipasang 8 hook atau pengait pada tutup bak kiri dan kanan serta 4 hook di pintu belakang, sehingga barang dapat diikat dengan mudah. Pintu bak dibuat model modular untuk memudahkan saat akan dilepas.

Tersedia hook base di kap mesin, spatbor dan pintu mobil serta mounting base di belakang kabin. Menunjang kegiatan keluar-masuk barang, terdapat deck foot step untuk memudahkan naik-turun operator ke area bak.

 Sumber : https://pressroom.toyota.astra.co.id/bisa-bawa-56-galon-air-mineral-daya-angkut-bak-all-new-hilux-rangga-bikin-pengusaha-full-senyum

Toyota Safety Sense Lindungi Perjalanan Liburan Nataru 2025, Beri Peringatan Dini Hingga Ambil Alih Kendali Mobil Saat Darurat

 



Seperti tahun sebelumnya, musim Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 akan memberikan tantangan kepada pengemudi. Pertama adalah selalu bersamaan dengan musim hujan. Anda juga akan membawa banyak orang dan barang melewati rute jalan yang dinamis.

Alhasil, keamanan berkendara wajib menjadi prioritas, khususnya karena banyak orang melakukan perjalanan mengingat anak-anak turut libur sekolah. Dalam perjalanan panjang, kewaspadaan akan menurun sementara kelelahan tubuh meningkat, terutama jika mengemudi sendirian.

Akibat kewaspadaan menurun dan kelelahan meningkat, masalah berikutnya muncul. Pengemudi tidak menyadari mobilnya pindah lajur, khususnya bagi yang terkena microsleep. Pengemudi kesulitan pula menjaga jarak aman dengan mobil di depan atau bereaksi ketika jaraknya sudah terlalu dekat.

Hujan turun dan medan jalan yang tidak biasa dilalui akan menambah tantangan berkendara. Posisi Anda akan semakin sulit ketika mengendarai di malam hari, yang semakin menyulitkan kalau tersesat akibat salah membaca rute di peta digital.

Sebagai salah satu pioneer teknologi otomotif, generasi terkini mobil Toyota mulai memanfaatkan fitur Toyota Safety Sense (TSS) sebagai kelengkapan standar. Dengan all-new-platform, active safety features ini disematkan untuk memberikan perlindungan kepada pengemudi dan penumpang.

TSS dikembangkan untuk mengurangi kecelakaan sesuai konsep supporting drivers. TSS menggunakan kamera lensa tunggal dan radar canggih untuk mencegah kecelakaan, mengurangi korban kecelakaan, dan memberikan assist kepada pengemudi di jalan.

Obyektifnya adalah untuk membantu pengemudi agar dapat berkendara dengan aman dan nyaman di segala kondisi jalan, dan pada saat yang sama mengurangi potensi kerusakan mobil serta cidera parah pada penumpang dan pengguna jalan lainnya jika kecelakaan tidak dapat dihindari.

Sistemnya akan memberikan alarm peringatan bahaya dalam bentuk grafis atau suara, bahkan mengambil alih kemudi, pedal akselerator, dan pedal rem ketika dideteksi tabrakan sudah tidak dapat dihindari untuk menekan korban jiwa dan kerusakan kendaraan.

Bedah Fitur Toyota Safety Sense yang Membantu Perjalanan Libur Nataru

  1. Pre-collision System

Pre-collision System (PCS) mengandalkan sensor kamera stereo yang lebih akurat dan real time, untuk mendeteksi keberadaan obyek di depan mobil. Jika sistem melihat adanya kemungkinan tabrakan, PCS akan memperingatkan pengemudi sehingga dapat melakukan manuver menghindar.

Bahkan, di saat genting andai tabrakan tidak mungkin dielakkan, sistem akan melakukan pengereman secara otomatis untuk menghindari kecelakaan fatal. PCS merupakan fitur TSS yang wajib ada di mobil-mobil yang memanfaatkannya.

  1. Pedal Misoperation Control

Fitur Pedal Misoperation Control (PMC) bertugas mencegah kecelakaan yang disebabkan oleh kesalahan penerapan pedal gas dengan mengendalikan kecepatan mobil walaupun tidak ada penghalang. Terutama ketika pedal gas diinjak habis padahal dideteksi tidak ada kebutuhan untuk itu guna mengurangi potensi kecelakaan serius.

Sistem akan menyalakan alarm peringatan dan membatasi distribusi tenaga sehingga laju mobil tertahan. Teknologi ini sangat bermanfaat karena banyak kasus salah injak pedal gas yang berakibat fatal bahkan hingga merenggut korban jiwa.

  1. Front Departure Alert

Bekerja di jalan yang macet atau menunggu lampu lalu lintas menyala hijau, Front Departure Alert (FDA) memberikan peringatan suara dan visual ketika mobil di depan sudah mulai bergerak maju namun Yaris Cross masih diam karena driver tidak memantau pergerakan mobil di depan.

  1. Automatic High Beam

Automatic High Beam (AHB) bekerja dengan menyalakan lampu jauh atau high beam untuk meningkatkan daya pandang pengemudi di malam hari dan mengembalikan ke lampu utama (low beam) ketika terdeteksi ada kendaraan di depan sehingga fokus dan kewaspadaan pengemudi tetap terjaga tanpa perlu teralihkan untuk menyalakan high beam.

  1. Adaptive Cruise Control

Adaptive Cruise Control (ACC) dapat memantau keberadaan kendaraan lain di depan dan menjaga jarak aman dengannya sehingga sangat efektif ketika cruising di jalan tol. Sistem ACC dapat membaca jika ada kendaraan lain masuk di antara 5-seater Medium SUV ini dengan kendaraan di depan dan menyesuaikan kecepatan sesuai keadaan yang berkembang.

  1. Lane Departure Warning

Mengandalkan sensor stereo camera yang diyakini lebih akurat dan real time, Lane Departure Alert (LDW) membaca marka jalan, baik yang berwarna putih maupun kuning. Untuk selanjutnya memberikan peringatan jika terjadi deviasi atau pergerakan mobil yang menjauh dari posisi seharusnya. Di titik kritis, LDW akan memberikan alarm peringatan dalam bentuk suara.

  1. Lane Departure Prevention

Lane Departure Prevention (LDP) mencegah mobil pindah lajur di jalan dengan memberikan suara alarm saat mobil bergerak menyamping di jalan lurus. LDW dan LDP mengurangi stress pada pengemudi dalam perjalanan jauh dan membantu menghindari penyimpangan jalur yang tidak disengaja.

  1. Lane Keeping Control

Lane Keeping Control (LKC) dirancang untuk bekerjasama dengan ACC dalam membantu menjaga kendaraan supaya tetap berada di lajurnya. Sistem memonitor marka jalan dan kendaraan di depan, dan jika diperlukan akan memberikan input kemudi secara otomatis supaya mobil tetap berada di tengah lajurnya. Secara bersamaan, ACC membantu menjaga jarak yang telah ditentukan dari kendaraan di depan.


Sumber : https://pressroom.toyota.astra.co.id/toyota-safety-sense-lindungi-perjalanan-liburan-nataru-2025-beri-peringatan-dini-hingga-ambil-alih

Cerita dari Media Pertama yang Menjalankan Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025

PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi melepas ekspedisi “Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025” dari Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Se...