Senin, 31 Agustus 2026

Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota Itu Mudah dan Anti Mogok, Bagaimana Caranya?

 


Mobil hybrid Toyota tidak hanya hemat bensin dan rendah emisi, namun juga mudah urusan penggunaan sehari-hari. Meskipun dilengkapi fitur-fitur yang modern dan canggih, Toyota masih memikirkan potensi masalah di jalan.


Mengapa Parkir Paralel Tidak Boleh Asal Berhenti?


Karena parkir paralel menghalangi parkir kendaraan lain, mobil Anda harus bisa didorong sebagai akses keluar-masuk. Sehingga, kunci dari parkir paralel adalah mobil harus bisa dipindahkan agar tidak menyulitkan orang lain.


Mengapa Pelanggan Harus Paham Cara Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota?


Aturan umum pada mobil matik atau otomatis adalah dilarang mengarahkan tuas transmisi ke posisi P ketika mobil parkir paralel. Karena dengan begitu, mobil tidak dapat didorong saat dibutuhkan meskipun rem parkir tidak ditarik.


Keberadaan fitur Electric Parking Brake (EPB) tidak menghalangi pelanggan ketika akan parkir paralel, khususnya di area yang spot parkirnya terbatas. Kuncinya adalah Anda wajib menggunakan fitur shift lock. 


Fitur ini membuat mobil tetap bisa didorong ketika parkir pararel. Fitur shift lock berguna ketika tuas transmisi ada di posisi P supaya bisa digeser ke N saat kunci kontak dicabut. Alhasil, mobil bisa didorong waktu parkir paralel.


Langkah Mudah Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota


Mobil hybrid Toyota seperti Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV memakai fitur Electric Parking Brake (EPB) dan shift lock. Berikut cara mudah memindahkan tuas transmisi ke N agar mobil dapat didorong:


  • Pastikan mobil sudah parkir paralel dengan baik dan benar. Seperti posisinya lurus dan punya ruang buat didorong.

  • Pindahkan tuas transmisi ke posisi P (Parkir) seperti umumnya mobil parkir.

  • Sambil tetap menginjak pedal rem, tekan tombol Electric Parking Brake (EPB) beberapa lama sampai keluar notifikasi di panel instrumen bahwa EPB sudah deactivated (tidak aktif).

  • Matikan mesin mobil dengan menekan tombol start/stop.

  • Ambil remote mobil dan keluarkan kunci kontak cadangan dari dalamnya.

  • Masukkan dan tekan kunci kontak ke dalam lubang shift lock yang ada di sisi tuas transmisi. Lebih tepatnya, shift lock berada di depan huruf P.

  • Dengan tangan satunya, pindahkan tuas transmisi ke N supaya mobil dapat didorong.

  • Selesai, Anda bisa keluar dari mobil. Jika ragu, coba dorong mobil untuk memastikannya bisa dipindahkan.

  • Kalau mau jalan lagi, cukup pindahkan tuas transmisi ke P dan nyalakan mesin.

  • Sambil menginjak pedal rem, tarik ke atas tombol EPB untuk mengaktifkannya kembali.


Kesimpulan


  • Aturan umum pada mobil matik adalah dilarang mengarahkan tuas transmisi ke posisi P ketika mobil parkir paralel. Sehingga, mobil dapat didorong saat dibutuhkan.

  • Fitur Electric Parking Brake (EPB) tidak menghalangi pelanggan ketika akan parkir paralel, khususnya di area yang spot parkirnya terbatas. Kuncinya adalah Anda wajib menggunakan fitur shift lock. 

  • Fitur shift lock berguna ketika tuas transmisi ada di posisi P supaya bisa digeser ke N saat mesin mobil dimatikan. Alhasil, mobil bisa didorong waktu parkir paralel.


FAQ


1. Apakah Toyota punya fitur untuk membantu mobil parkir?

Mobil Toyota modern sudah dilengkapi fitur safety yang sangat membantu saat parkir mundur, seperti panoramic view monitor. Manfaatkan fitur-fitur tersebut supaya parkir mundur dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan nyaman.


2. Apa hal penting yang harus diperhatikan saat parkir paralel?

Setelah masuk ruang parkir, pastikan mobil lurus dalam spot parkir dan tidak ada bagian yang keluar atau miring. Apalagi kalau sampai masuk ke badan jalan yang dapat menghambat kendaraan lain yang lewat.


(Sumber : www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/read/parkir-paralel-mobil-hybrid-toyota-itu-mudah-dan-anti-mogok-bagaimana-caranya )


Mobil Hybrid Toyota Bebas Range Anxiety, Andal untuk Mobilitas Perkotaan, Antar Kota, Hingga Daerah Pelosok

 


Range anxiety bisa menjadi kendala bagi pemilik mobil listrik waktu pergi jauh. Di mobilitas perkotaan sekalipun, Anda akan merasa was-was kalau sering terjebak macet. 


Meskipun di kota besar, charging spot yang belum merata dan durasi pengisian baterai cukup lama, memicu pemiliknya semakin gelisah. Nah, pelanggan Hybrid EV tidak merasakan range anxiety meskipun bermobilitas sampai daerah pelosok sekalipun.


Apa Itu Range Anxiety?


Range anxiety adalah rasa khawatir pengemudi mobil listrik (Battery Electric Vehicle/BEV) bahwa baterai mobilnya mungkin tidak cukup untuk mencapai tujuan. Rasa ini juga bisa merujuk pada kekhawatiran tidak bisa menemukan stasiun pengisian sebelum baterai habis.


Begitu baterai habis, mobil listrik akan mengalami mogok. Sehingga, pengguna BEV harus menyesuaikan dengan kebiasaan baru yang membuat mereka kurang tenang. Di lain pihak, pelanggan Hybrid EV Toyota tetap tenang ketika berkendara hingga ke pelosok wilayah.


Hybrid EV Toyota Bebas Range Anxiety


1. Hybrid EV Toyota Pakai Self-Charging System

Mobil hybrid Toyota menggunakan self-charging system dengan memanfaatkan tenaga mesin bensin. Prinsip kerjanya diatur oleh Toyota Hybrid System (THS) sebagai pengendali hybrid engine Toyota yang menggunakan Series-Parallel Hybrid System.


2. Sistem Memaksimalkan Kerja Motor Listrik

Sepanjang kapasitas baterai hybrid masih memadai, sistem akan memaksimalkan kerja motor listrik, khususnya ketika dalam kondisi stop and go. Tidak hanya hemat besin, namun juga bebas polusi karena praktis hanya motor listrik yang bekerja.


3. Mesin Bensin Otomatis Bekerja Saat Dibutuhkan

Mesin bensin baru akan bekerja secara otomatis saat mobil membutuhkan tenaga lebih kuat atau kapasitas baterai berada di batas pengisian. Pengguna mobil hybrid terbebas dari range anxiety karena tidak perlu memikirkan urusan isi ulang baterai.


4. Power Baterai Hybrid yang Besar dengan Pengisian Ekstra Cepat

Power baterai hybrid yang besar dengan pengisian yang ekstra cepat, membuat Hybrid EV Toyota dapat memanfaatkan EV Mode semaksimal mungkin untuk menekan operasional mesin bensin. 


Alhasil, range full electric semakin jauh untuk mobilitas tanpa emisi. Termasuk pula tidak perlu khawatir range anxiety karena daya baterai selalu terjaga optimal.


5. Mesin Bensin dan Motor Listrik Bersinergi Sepanjang Waktu

Mesin bensin dan motor listrik bahu-membahu menyalurkan tenaga sehemat mungkin tapi tetap optimal ketika membutuhkan tenaga penuh, seperti saat menyalip atau di tanjakan.


Mesin bensin dan motor listrik kembali bersinergi ketika cruising di jalan tol untuk memperoleh keseimbangan antara tenaga dan isi ulang baterai. Di sini peran mesin bensin sangat besar karena pada kecepatan tinggi, baterai lebih cepat habis.


6. Ada Fitur Energy Regenerative Brake System

Dalam kecepatan tinggi, tenaga berlebih dari motor listrik akan disalurkan untuk mengisi baterai. Fitur Energy Regenerative Brake System mengubah tenaga kinetik saat pengereman menjadi energi listrik yang selanjutnya mengisi daya baterai lewat motor listrik.


Jaminannya adalah baterai yang tidak pernah kosong kemanapun mobilitas pelanggan. Tidak ada range anxiety serta tetap dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan dengan cara yang paling memungkinkan sesuai kebiasaannya.


Kesimpulan


  • Range anxiety adalah rasa khawatir pengemudi mobil listrik bahwa baterai mobilnya mungkin tidak cukup untuk mencapai tujuan. Rasa ini juga bisa merujuk pada kekhawatiran tidak bisa menemukan stasiun pengisian sebelum baterai habis.

  • Mobil hybrid Toyota bebas range anxiety karena menggunakan self-charging system yang diatur oleh Toyota Hybrid System (THS) sebagai pengendali hybrid engine Toyota yang menggunakan Series-Parallel Hybrid System.

  • Mesin bensin bekerja secara otomatis saat mobil membutuhkan tenaga lebih kuat atau kapasitas baterai berada di batas pengisian. Pengguna mobil hybrid terbebas dari range anxiety karena tidak perlu memikirkan urusan isi ulang baterai.


FAQ


1. Apakah semua mobil hybrid Toyota bebas range anxiety?

Ya, semua mobil hybrid Toyota seperti Veloz Hybrid EV, Yaris Cross Hybrid EV, Zenix Hybrid EV, dan Hybrid EV lainnya dijamin anti range anxiety lantaran memiliki sistem pengisian baterai otomatis lewat mesin bensin.


2. Bagaimana cara mesin bensin mengisi baterai hybrid Toyota?

Mesin bensin akan bekerja secara otomatis saat mobil membutuhkan tenaga lebih kuat atau kapasitas baterai berada di batas pengisian. Pengguna mobil hybrid terbebas dari range anxiety karena tidak perlu memikirkan urusan isi ulang baterai.


3. Bagaimana cara baterai hybrid Toyota mencegah range anxiety?

Power baterai hybrid yang besar dengan pengisian yang ekstra cepat, membuat pelanggan Hybrid EV Toyota tidak perlu khawatir range anxiety. Baterai tidak akan pernah kehabisan daya karena akan langsung diisi oleh mesin bensin saat mencapai level tertentu.


(Sumber : www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/read/mobil-hybrid-toyota-bebas-range-anxiety-andal-untuk-mobilitas-perkotaan-antar-kota-hingga-daerah-pelosok )


Selasa, 13 Januari 2026

Cerita dari Media Pertama yang Menjalankan Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025


PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi melepas ekspedisi “Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025” dari Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (2/12/2025). Flag-off ini menjadi tanda dimulainya perjalanan panjang satu unit New Veloz Hybrid EV yang akan dikemudikan secara estafet oleh 11 media nasional, menempuh rute dari Mandalika menuju wilayah barat Indonesia.

Ekspedisi ini dirancang sebagai pembuktian langsung kemampuan teknologi hybrid Toyota dalam menghadapi karakter jalan Indonesia yang sangat beragam, dari pantai hingga pegunungan, kota hingga pelosok desa.

Mengusung semangat Toyota Ada untuk Indonesia, perjalanan ini juga menjadi sarana menegaskan komitmen Toyota dalam menghadirkan ekosistem mobilitas elektrifikasi yang praktis, inklusif, dan relevan bagi masyarakat di berbagai daerah.

Ekspedisi ini hanya mengandalkan satu unit Veloz Hybrid EV yang akan menempuh perjalanan lebih dari 50 hari. Selama lebih dari 14 tahun, Veloz telah menjadi salah satu MPV favorit keluarga Indonesia, dan kini model hybridnya diuji langsung menghadapi rute berat yang dapat menguras seluruh kemampuan mobil.

Medan yang akan dilalui pun sangat beragam, mulai dari jalan tol yang mulus, jalan antar kota yang dinamis, lalu lintas perkotaan yang padat, jalan pegunungan berkelok yang naik turun, hingga jalur pedesaan yang memungkinkan off-road ringan.


Etape Pertama New Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025

Media online nasional Detik.com menjadi media pertama yang menjalani ekspedisi New Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025. Dikutip dari Detik.com, banyak yang sangsi apakah mesin hybrid Toyota Veloz sanggup melahap rute luar kota yang ekstrem. 

Setelah menempuh 1.000 km pertama dari Lombok ke Bali, kami akhirnya mendapatkan jawabannya. Bukan cuma soal angka konsumsi BBM yang bikin geleng-geleng kepala, tapi bagaimana teknologi HEV ini bekerja saat dipaksa melewati banyak jalan mendaki yang terjal. Inilah realita performa Toyota Veloz Hybrid yang sebenarnya.

Seribu kilometer pertama sebuah mobil selalu menyimpan rasa yang sulit dijelaskan. Ada sedikit degup setiap kali jarak bertambah, ada pula harapan bahwa perjalanan panjang ini akan berjalan tanpa hambatan. Periode ini dikenal dengan istilah Inreyen.

Masa inreyen ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru di sinilah cerita perjalanan mulai terbentuk, termasuk bagi Toyota New Veloz Hybrid yang kami dampingi dari kilometer ratusan hingga akhirnya menyentuh angka 1.000 km.

Mobil ini bahkan kami bawa jauh dari zona nyamannya, karena kami pula yang pertama membawa tongkat estafet program perjalanan panjang program gagasan Toyota Astra Motor: Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025.

Etape yang harus kami tuntaskan menawarkan pengalaman yang lengkap. Mobil kami terima di Sirkuit Mandalika, lalu diajak berkeliling Pulau Lombok sebelum akhirnya menyeberang ke Pulau Dewata.

Di tengah alur cerita itu, momen 1.000 km terjadi di ruas Singaraja menuju Gilimanuk, beberapa saat sebelum kami meninggalkan Bali.

Menjadi yang pertama membawa beban tersendiri. Kami harus jeli, mendengarkan setiap bunyi kecil yang mungkin muncul, memastikan tak ada anomali sambil tetap fokus mengumpulkan data dan membuat konten berkualitas di tengah jarak yang terus bertambah. Setiap detik terasa penting.

Namun sejak awal, mobil ini menunjukkan ketenangan yang meyakinkan. Rute ekstrem khas Lombok yang banyak menanjak hingga kepadatan lalu lintas di Bali dilahap dengan mudah.

Tanjakan menuju Sembalun misalnya, menjadi salah satu momen yang paling berkesan. Mesin 2NR-VEX berkapasitas 1.496 cc yang bekerja bersama motor listrik dan baterai memberikan tenaga yang terasa instan, tanpa drama. Dorongan motor listrik membuat mobil naik dengan santai, seakan-akan tenaga itu selalu tersedia kapan pun dibutuhkan.

Transmisi eCVT di New Veloz Hybrid juga memberi kenyamanan tersendiri. Di jalan menanjak, turunan panjang, maupun kondisi stop and go, mobil ini tak menunjukkan tanda-tanda kehabisan tenaga. Responsnya stabil dan dapur pacunya terasa selalu siaga.

Sepanjang etape pertama, kendaraan ini berjalan tanpa hambatan. Meski rute yang kami lalui tidak ideal untuk menguji efisiensi, sesekali kami melirik layar multi information display. Angkanya cukup meyakinkan. Mobil mencatat sekitar 19 km per liter di rute menanjak dan lebih dari 24 km per liter saat melintas di jalur datar.

New Veloz Hybrid sudah kami ajak menyeberang pulau dan menyusuri jalanan dengan lanskap beragam: dari Mandalika, area Rinjani, Pantai Pandawa, hingga masuk ke hutan purba De Djawatan di Banyuwangi yang terasa magis saat disinari matahari sore.

Secara total, perjalanan etape pertama detikOto sebenarnya tak sampai 1.000 km. Jaraknya kurang dari itu, sekitar 700 km. Namun kebetulan, saat mobil ini diserahkan ke kami, odometernya sudah melewati lebih dari 300 km. Alhasil, momen kritis 1.000 km pertamanya terjadi tepat saat berada di tangan tim detikOto.

Ini menjadi perjalanan yang menyenangkan dan bebas kendala dari kendaraan. Setelah menyelesaikan etape ini, tongkat estafet Veloz Hybrid EV Lintas Nusa resmi kami serahkan ke media berikutnya.

Mereka akan membawa mobil ini melanjutkan perjalanan ke barat Indonesia. Semoga lancar dan selamat menikmati petualangannya!

sumber : https://www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/read/cerita-dari-media-pertama-yang-menjalankan-ekspedisi-veloz-hybrid-ev-lintas-nusa-2025
 

27 Des 2025 Mobil Hybrid Toyota Paling Laris Periode Januari-November 2025, Siapakah Dia?

Penjualan Hybrid Electric Vehicles (HEV) sepanjang Januari-November 2025 sudah tembus 57.311 unit. Dikutip dari Detik.com, sales mobil hybrid mencatatkan kenaikan sekitar lima persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. 

Pertumbuhan ini menegaskan mobil hybrid masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia sebagai "jembatan" menuju era kendaraan listrik. Mobil ini juga terbukti paling relevan karena sesuai demografi Indonesia dan lifestyle masyarakat.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota menjual mobil hybrid paling banyak dengan penjualan tembus 27.802 unit. Pemimpin penjualan mobil hybrid di Indonesia adalah Kijang Innova Zenix HEV. MPV ini terdistribusi sebanyak 22.195 unit.

Posisi lima besar ditempati oleh Yaris Cross Hybrid EV. SUV ini terdistribusi sebanyak 2.997 unit sepanjang tahun 2025, menempati posisi ke-2 Hybrid EV Toyota terlaris Januari-November 2025. Luxury MPV Toyota Alphard HEV mengikuti di posisi ke-6 dengan total penjualan 1.756 unit.


Efisiensi Mesin Bensin Hybrid Toyota Sangat Tinggi

Salah satu keunggulan mobil hybrid Toyota adalah efisiensi mesin bensin yang sangat tinggi. Dimulai dari Toyota Hybrid System (THS) Gen-1 hingga sekarang sudah memasuki generasi ke-5 yang dipakai oleh Kijang Innova Zenix HEV. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi mesin supaya dapat menekan emisi semaksimal mungkin.

Di Indonesia sendiri, rekam jejak mobil hybrid Toyota dimulai sejak kehadiran Toyota Prius di tahun 2009. Dalam kurun waktu tersebut, Toyota mengembangkan teknologi hybrid yang dapat beroperasi dengan baik di Indonesia dan sesuai kebutuhan mobilitas pelanggan tanpa perlu mengubah gaya hidupnya.


Mesin Atkinson Cycle yang Lebih Efisien

Dikutip dari Pressroom Toyota Indonesia, Toyota memilih Atkinson cycle dengan prinsip kerja yang sedikit berbeda namun signifikan manfaatnya dalam meningkatkan efisiensi mesin ketimbang Otto cycle mesin ICE pada umumnya.

Secara garis besar, kedua siklus sama yakni mesin pembakaran dalam 4 siklus kerja. Bedanya terkait kinerja katup yang mengatur masuknya BBM dan udara (katup isap) dan gas buang hasil pembakaran (katup buang) yang diatur untuk meningkatkan efisiensi mesin.

Pada Atkinson cycle, intake valve atau katup masuk tertutup lebih lambat saat langkah isap daripada siklus Otto. Ketika piston sudah mulai bergerak ke atas untuk memulai langkah kompresi, katup masuk masih membuka yang menyebabkan sejumlah campuran udara dan bahan bakar dikeluarkan lagi dari ruang bakar menuju saluran masuk.

Teknologi Dual VVT-i yang mengatur timing intake valve, membuat siklus Atkinson memiliki beberapa kelebihan dibanding siklus Otto pada ICE (Internal Combustion Engine) biasa. Sehingga, semua HEV Toyota menggunakan engine jenis ini.

Seperti bahan bakar yang dipakai relatif lebih sedikit karena proses kompresi yang lebih pendek, efisiensi thermal mesin lebih tinggi, emisi lebih rendah akibat temperatur gas buang lebih rendah, dan menyediakan udara bertekanan pada siklus selanjutnya. Mirip prinsip kerja turbo akibat intake valve terlambat menutup.


Improvement pada Toyota Hybrid System

Menggunakan Series-Parallel Hybrid System, Toyota Hybrid System (THS) merupakan pengendali hybrid engine Toyota. Pengalaman panjang mengembangkan HEV membuat THS sanggup memberikan efisiensi mesin yang secara halus dan tanpa jeda berpindah antara penggerak mesin bensin dan motor listrik. 

Dari generasi ke generasi, THS meningkatkan sinergi keduanya dalam memperoleh efisiensi terbaik sehingga hemat BBM. Sepanjang kapasitas baterai hybrid masih memadai, sistem akan memaksimalkan operasional motor listrik, khususnya dalam kondisi stop and go di jalan perkotaan. 

Mesin bensin baru akan bekerja saat mobil membutuhkan tenaga lebih kuat atau kapasitas baterai berada di titik pengisian. Mesin bensin dan motor listrik bahu-membahu menyalurkan tenaga sehemat mungkin tapi tetap optimal, seperti saat menyalip, di tanjakan, serta cruising di jalan tol. 

Fitur Energy Regenerative Brake System berfungsi untuk mengubah tenaga kinetik saat pengereman menjadi energi listrik untuk mengisi daya baterai lewat motor listrik. Sehingga, tidak ada tenaga terbuang karena energi berlebih dari motor listrik akan disalurkan untuk mengisi baterai.

Tenaga dari mesin bensin dan kedua generator listrik dihubungkan oleh Power Split Device (PSD). Komponen yang sekaligus bertindak sebagai transmisi ini, menggunakan girboks khusus dalam tugasnya membagi distribusi tenaga dari mesin bensin, motor listrik, dan generator listrik.

Ada sistem planetary gear di dalamnya yang menjaga supaya penyaluran tenaga dari berbagai sumber tersebut dapat berlangsung optimal dan tanpa jeda. PSD memakai roda gigi yang dikenal ‘badak’ dan lebih sigap dalam menyalurkan tenaga. Ditambah kerugian mekanis yang lebih rendah.

EV Mode memberikan pengalaman unik mengemudi mobil listrik yang nol emisi, senyap, dan tanpa BBM. Bermodalkan baterai dengan kapasitas tinggi dan pengisian cepat, membuat mode EV dapat bekerja lebih lama sehingga menekan konsumsi BBM dan mereduksi emisi di taraf maksimal.

Toyota juga meningkatkan kinerja komponen-komponen untuk mendukung tercapainya efisiensi mesin. Seperti desain motor listrik yang dibuat lebih kompak namun tambah powerful. Termasuk pula pada ukuran dan kapasitas baterai supaya lebih efektif dalam menyalurkan tenaga ke motor listrik.

Bermodalkan sinergi antara berbagai teknologi terkini tersebut, Toyota mengklaim emisi mobil hybrid turun sekitar 50% dari versi konvensional. Selain itu, sistem pengisian baterai yang berkelanjutan membuat pelanggan terbebas dari range anxiety lantaran daya baterai tidak akan habis di jalan.


sumber : https://www.toyota.astra.co.id/corporate-information/news-promo/read/mobil-hybrid-toyota-paling-laris-periode-januari-november-2025-siapakah-dia

Toyota Luncurkan New Hilux: Adopsi Mesin 1GD yang Lebih Bertenaga dan Desain Lebih Gagah, Siap Dukung Produktivitas dan Adventure

  PT Toyota-Astra Motor (TAM) menghadirkan New Hilux yang kini tampil lebih tangguh dan advanced melalui penyegaran menyeluruh pada performa...